Tokoh adat Baduy menyampaikan pesan tegas kepada para pemimpin dalam tradisi Seba Baduy. Mereka menegaskan bahwa pemimpin harus memiliki kecerdasan dan keberanian untuk memberantas korupsi demi kesejahteraan masyarakat.
Dalam prosesi Seba Baduy yang berlangsung khidmat, para perwakilan masyarakat Baduy datang untuk menyerahkan hasil bumi sekaligus menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah, tetapi juga menjadi sarana menyuarakan nilai-nilai moral.
Tokoh adat menekankan bahwa korupsi telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin. Oleh karena itu, mereka meminta para pejabat untuk bekerja jujur, transparan, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.
Selain itu, mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga alam dan melestarikan budaya sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. Nilai-nilai yang dipegang masyarakat Baduy dinilai relevan untuk menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Pemerintah daerah yang menerima rombongan Seba Baduy menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti pesan tersebut. Mereka berjanji akan memperkuat upaya pemberantasan korupsi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Tradisi Seba Baduy kembali menunjukkan peran penting masyarakat adat dalam mengingatkan pemimpin agar tetap berada di jalur yang benar. Pesan moral yang disampaikan diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak kepada rakyat.





