Seorang warga di Sulawesi Utara dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi kepiting. Peristiwa ini terjadi pada akhir pekan lalu dan langsung menggegerkan masyarakat setempat. Selain korban meninggal, empat orang lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menurut keterangan warga, korban bersama beberapa anggota keluarga sebelumnya mengolah dan menyantap kepiting yang mereka dapatkan dari perairan sekitar. Tidak lama setelah makan, mereka mulai merasakan gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga sesak napas.
Pihak keluarga segera membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun nahas, salah satu korban tidak berhasil diselamatkan meski sempat mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, empat korban lainnya masih dalam pengawasan tenaga medis dan kondisinya berangsur membaik.
Tim medis menduga keracunan terjadi akibat kandungan racun alami pada kepiting yang dikonsumsi. Beberapa jenis kepiting diketahui dapat mengandung toksin berbahaya, terutama jika berasal dari lingkungan tertentu atau tidak diolah dengan benar.
Petugas kesehatan setempat langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Mereka juga mengambil sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi hasil laut, terutama yang tidak diketahui jenis dan keamanannya. Warga diminta memastikan bahan makanan dalam kondisi segar dan diolah dengan cara yang tepat untuk menghindari risiko keracunan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya makanan laut yang tidak aman. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.





