Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan upaya pengendalian ikan invasif jenis sapu-sapu yang semakin meresahkan perairan kota. Dalam operasi terbaru, petugas berhasil menangkap sekitar 10 ton ikan sapu-sapu dari berbagai lokasi perairan dan saluran air.
Kegiatan ini dilakukan oleh dinas terkait yang bekerja sama dengan petugas lapangan untuk membersihkan saluran air, sungai, hingga waduk dari populasi ikan yang dikenal merusak ekosistem tersebut. Selain penangkapan massal, pemerintah juga melakukan pendekatan edukatif kepada para penjual ikan agar tidak memperdagangkan spesies tersebut secara bebas.
Ikan sapu-sapu yang tergolong dalam jenis plecostomus dikenal memiliki kemampuan berkembang biak cepat dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Keberadaannya juga sering menurunkan kualitas lingkungan sungai karena sifatnya yang merusak habitat ikan lokal.
Petugas di lapangan menyebutkan bahwa operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan jangka panjang. Edukasi kepada penjual dan masyarakat dilakukan agar mereka memahami dampak ekologis dari penyebaran ikan invasif tersebut.
Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk melaporkan keberadaan titik-titik yang diduga menjadi pusat populasi ikan sapu-sapu. Partisipasi warga dinilai penting untuk mempercepat proses pengendalian di seluruh wilayah Jakarta.
Upaya ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan perairan ibu kota. Pemerintah menegaskan bahwa pengendalian ikan invasif tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.
Dengan terkumpulnya 10 ton ikan sapu-sapu dalam operasi terbaru ini, pemerintah berharap kondisi ekosistem perairan Jakarta dapat semakin membaik dan kembali seimbang.





