Tim SAR resmi menutup operasi pencarian terhadap seorang mahasiswa yang dilaporkan tenggelam di Danau Toba. Keputusan tersebut diambil setelah proses pencarian dilakukan selama beberapa hari tanpa membuahkan hasil.
Koordinator tim SAR menyatakan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat. Tim menyisir area danau menggunakan perahu, alat penyelam, hingga teknologi pendeteksi bawah air.
Selama operasi berlangsung, petugas menghadapi sejumlah kendala, seperti kedalaman danau yang ekstrem serta kondisi cuaca yang berubah-ubah. Faktor tersebut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban.
Pihak SAR menjelaskan bahwa penutupan operasi dilakukan sesuai prosedur standar setelah batas waktu pencarian terpenuhi. Meski demikian, pemantauan di lokasi tetap dilakukan secara terbatas untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya korban di kemudian hari.
Keluarga korban telah diberi penjelasan terkait keputusan tersebut. Mereka menerima hasil pencarian dengan penuh duka dan berharap adanya keajaiban, meski peluang semakin kecil.
Pemerintah daerah turut menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perairan, terutama di lokasi yang memiliki kedalaman tinggi seperti Danau Toba.
Kesimpulannya, penutupan operasi pencarian mahasiswa yang tenggelam di Danau Toba menandai berakhirnya upaya intensif tim SAR. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan.





