Seorang pria di Makassar diduga melakukan penganiayaan terhadap driver ojek online (ojol) wanita hingga memicu kemarahan warga. Insiden tersebut membuat sejumlah orang mendatangi dan menggeruduk tempat penginapan yang digunakan pelaku.
Peristiwa ini bermula saat korban menerima pesanan dari pelaku. Dalam perjalanan, terjadi cekcok yang berujung dugaan tindakan kekerasan. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada rekan sesama driver ojol.
Komunitas ojol yang mengetahui insiden itu langsung bergerak cepat. Mereka berkumpul dan menelusuri keberadaan pelaku hingga akhirnya menemukan lokasi penginapan tempat pria tersebut menginap. Situasi di lokasi sempat memanas ketika massa mendesak pelaku untuk keluar dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Aparat kepolisian segera turun tangan untuk mengamankan situasi. Petugas berupaya menenangkan massa dan mencegah tindakan main hakim sendiri. Polisi kemudian mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi serta bukti terkait untuk memastikan kronologi kejadian secara jelas.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Mereka menegaskan akan menindak tegas pelaku jika terbukti bersalah sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap driver ojol, khususnya perempuan, saat menjalankan tugas di lapangan. Keamanan dan keselamatan kerja menjadi perhatian utama yang perlu dijaga oleh semua pihak.
Dengan penanganan cepat dari aparat, situasi di lokasi kini berangsur kondusif. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional.





