Aparat kepolisian berhasil menangkap sepasang pelajar SMP yang diduga menjadi pemeran dalam video pornografi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Penangkapan ini dilakukan setelah video tersebut beredar luas di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga yang merasa khawatir dengan dampak negatif penyebaran video tersebut. Tim siber kemudian melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan lokasi keberadaan mereka.
Hasil penyelidikan mengarah pada dua pelajar yang masih berstatus sebagai siswa SMP. Polisi segera mengamankan keduanya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk perangkat yang digunakan untuk merekam dan menyebarkan video.
Kapolres setempat menyatakan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini dengan pendekatan hukum yang mempertimbangkan usia pelaku. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua guna memberikan pembinaan serta pendampingan psikologis.
“Kami tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memastikan masa depan anak-anak ini tetap terlindungi,” ujar pihak kepolisian.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan ulang video tersebut karena dapat memperburuk kondisi korban sekaligus melanggar hukum. Penyebaran konten pornografi, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, dapat dikenai sanksi pidana berat.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget oleh anak-anak. Selain itu, pendidikan mengenai etika digital dan bahaya konten negatif perlu ditanamkan sejak dini agar kejadian serupa tidak terulang.





