Kepala desa di Lumajang memberikan pernyataan usai menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sejumlah orang. Ia menyebut bahwa pelaku yang dikenal dengan nama “Mas Dani” diduga bertindak karena khilaf atau emosi sesaat.
Kades tersebut menjelaskan bahwa insiden terjadi secara tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya. Ia mengalami luka akibat serangan senjata tajam dan langsung mendapatkan perawatan medis setelah kejadian berlangsung.
Pihak kepolisian segera turun tangan setelah menerima laporan dari warga sekitar. Aparat mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti serta mengidentifikasi para pelaku.
Polisi juga mulai memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.
Sementara itu, kades menyatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara adil tanpa memperpanjang konflik di masyarakat.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut. Mereka menilai hubungan antara pihak-pihak yang terlibat sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda permusuhan yang serius.
Kesimpulannya, kasus pengeroyokan dan pembacokan terhadap kepala desa di Lumajang masih dalam proses penyelidikan. Pernyataan korban yang menyebut pelaku “khilaf” menjadi salah satu bagian dari perkembangan kasus yang kini ditangani polisi.





