Pemerintah China memulangkan 12 jenazah tentara relawan yang gugur dalam Perang Korea dari Korea Selatan ke kota Shenyang. Proses pemulangan ini berlangsung dengan upacara penghormatan militer yang khidmat.
Otoritas China bekerja sama dengan pihak Korea Selatan untuk mengevakuasi dan memindahkan jenazah para prajurit tersebut. Mereka menempuh berbagai prosedur identifikasi sebelum akhirnya membawa para pahlawan perang itu kembali ke tanah air.
Setibanya di Shenyang, aparat militer China menyambut kedatangan jenazah dengan upacara resmi. Mereka memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tentara yang gugur dalam konflik puluhan tahun silam.
Pemerintah China menegaskan bahwa pemulangan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghormati sejarah dan menghargai pengorbanan para prajurit yang ikut dalam Perang Korea. Mereka juga terus melakukan upaya identifikasi terhadap jenazah lain yang masih berada di luar negeri.
Sejumlah veteran dan keluarga korban turut hadir dalam upacara tersebut. Mereka memberikan penghormatan dengan penuh haru kepada para tentara yang telah lama berjuang demi negara.
Sementara itu, kerja sama antara China dan Korea Selatan dalam proses pemulangan jenazah ini menunjukkan upaya kedua negara dalam menjaga hubungan diplomatik, meskipun memiliki sejarah konflik di masa lalu.
Pemerintah China berjanji akan terus melanjutkan program repatriasi jenazah tentara relawan secara bertahap. Mereka berharap langkah ini dapat memberikan ketenangan bagi keluarga serta menghormati jasa para pahlawan perang.
Dengan pemulangan ini, China kembali menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang telah gugur dalam tugas negara.





