Pemerintah Indonesia memulangkan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal berbendera China setelah kapal tersebut terkena serangan rudal di Laut Arab. Ketiganya berhasil selamat dan kini dalam kondisi aman.
Kementerian Luar Negeri bersama instansi terkait segera melakukan koordinasi setelah menerima laporan insiden tersebut. Pemerintah memastikan proses evakuasi berjalan cepat agar para WNI dapat segera kembali ke tanah air.
Menurut keterangan resmi, kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan akibat serangan rudal saat berlayar di perairan internasional. Meski demikian, ketiga WNI tersebut berhasil dievakuasi tanpa mengalami luka serius.
Setibanya di Indonesia, para korban langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan. Pemerintah juga memberikan dukungan psikologis untuk memastikan kondisi mereka pulih setelah mengalami peristiwa traumatis.
Pihak berwenang masih menelusuri detail insiden tersebut, termasuk pihak yang bertanggung jawab atas serangan. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh WNI yang bekerja di luar negeri, termasuk di sektor pelayaran.
Kementerian terkait juga mengimbau para pekerja migran Indonesia untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Kesimpulannya, pemulangan tiga WNI ABK dari kapal yang terkena rudal di Laut Arab menunjukkan respons cepat pemerintah dalam melindungi warganya. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan bagi pekerja Indonesia di luar negeri.





