Harga BBM jenis Pertamax kembali menjadi sorotan publik setelah kabar harga tembus Rp 17 ribu per liter viral di media sosial. Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan masyarakat terkait faktor penyebab dan langkah yang diambil pihak Pertamina.
Pihak Pertamina menanggapi isu ini dengan menekankan bahwa harga Pertamax disesuaikan dengan mekanisme pasar dan faktor keekonomian. Dalam keterangannya, Pertamina menyebut bahwa harga BBM dipengaruhi oleh harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah terkait subsidi energi.
Meski begitu, Pertamina memastikan bahwa kenaikan harga tetap berada dalam batas kewajaran dan mengikuti regulasi yang berlaku. Perusahaan juga menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai jenis BBM yang lebih ekonomis, seperti Pertalite, jika ingin mengurangi beban pengeluaran bahan bakar.
Sejumlah konsumen mengaku terkejut dengan informasi harga Rp 17 ribu per liter dan berharap adanya penjelasan resmi yang lebih rinci. Pertamina menegaskan bahwa informasi resmi hanya berasal dari kanal komunikasi resmi perusahaan, seperti situs web dan media sosial resmi.
Dengan respons ini, Pertamina berharap dapat meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus memberikan pemahaman bahwa fluktuasi harga BBM adalah hal yang wajar di tengah dinamika pasar global. Pemerintah dan Pertamina terus memantau situasi agar harga BBM tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.





