Masyarakat di wilayah Bali hingga Lampung sempat melaporkan kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit malam. Banyak warga menduga fenomena tersebut berkaitan dengan aktivitas roket dari China. Namun, para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera melakukan analisis untuk meluruskan informasi yang beredar.
BRIN menegaskan bahwa fenomena yang terlihat di langit tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan peluncuran roket China. Para peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk rekaman video warga, waktu kejadian, serta arah pergerakan objek. Mereka kemudian membandingkan data tersebut dengan jadwal peluncuran roket internasional.
Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu dan lintasan objek yang terlihat tidak sesuai dengan jalur roket China. Para peneliti menjelaskan bahwa roket biasanya mengikuti lintasan tertentu yang dapat diprediksi dan dipantau oleh sistem pelacakan global. Dalam kasus ini, objek yang terlihat memiliki karakteristik berbeda dari roket yang sedang aktif.
Selain itu, BRIN juga mempertimbangkan kemungkinan lain, seperti fenomena astronomi atau puing antariksa yang memasuki atmosfer bumi. Ketika benda luar angkasa terbakar di atmosfer, benda tersebut dapat menghasilkan cahaya terang yang terlihat seperti roket. Fenomena ini sering terjadi dan dapat disaksikan dari berbagai wilayah dalam waktu yang hampir bersamaan.
Para ahli mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan informasi tanpa verifikasi yang jelas. Mereka mendorong masyarakat untuk mencari sumber resmi sebelum menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Dengan cara ini, masyarakat dapat membantu mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
Kesimpulannya, BRIN memastikan bahwa fenomena cahaya yang terlihat di langit Bali hingga Lampung tidak berkaitan dengan roket China. Para peneliti mengajak masyarakat untuk memahami fenomena ini secara ilmiah dan tetap tenang dalam menyikapi kejadian serupa di masa depan.





