Seorang preman yang kerap memalak pedagang kecil akhirnya dibekuk aparat setelah melakukan aksi kekerasan terhadap seorang tukang bubur di Jakarta. Pelaku nekat memecahkan mangkuk dagangan korban karena tidak diberi uang seperti yang diminta.
Peristiwa ini bermula saat pelaku mendatangi gerobak tukang bubur yang tengah berjualan di pinggir jalan. Ia meminta sejumlah uang dengan dalih “uang keamanan”. Namun, korban menolak karena penghasilannya terbatas dan harus mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Pelaku yang emosi kemudian bertindak kasar. Ia membanting mangkuk dagangan hingga pecah dan membuat suasana di lokasi menjadi ricuh. Aksi tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang merasa geram dengan tindakan premanisme itu.
Warga yang menyaksikan kejadian langsung melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib. Tak lama berselang, petugas dari Kepolisian Republik Indonesia datang ke lokasi dan segera mengamankan pelaku.
Polisi kemudian membawa pelaku ke kantor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui telah beberapa kali melakukan aksi serupa terhadap pedagang lain di kawasan tersebut.
Korban mengalami kerugian materi akibat dagangannya rusak, namun tidak mengalami luka serius. Ia berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi aksi pemalakan terhadap pedagang kecil.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya keamanan bagi pelaku usaha kecil di ruang publik. Aparat berjanji akan meningkatkan patroli serta menindak tegas segala bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat.





