Perayaan Paskah di Pulau Chios kembali berlangsung meriah sekaligus menegangkan melalui tradisi unik yang dikenal sebagai “perang roket”. Warga setempat secara aktif menyalakan ribuan roket kembang api dan menembakkannya dari dua gereja yang saling berhadapan.
Masyarakat di desa Vrontados mempertahankan tradisi ini selama ratusan tahun. Mereka menembakkan roket dari Gereja Agios Markos dan Gereja Panagia Erithiani sebagai bagian dari perayaan malam Paskah. Warga menargetkan menara lonceng masing-masing gereja, sehingga langit malam dipenuhi cahaya dan suara ledakan yang spektakuler.
Panitia lokal mengatur jalannya acara agar tetap terkendali. Mereka memasang pelindung di sekitar rumah warga dan gereja untuk mengurangi risiko kebakaran dan kerusakan. Meski demikian, percikan api dari roket tetap menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian penduduk.
Pihak berwenang setempat terus mengawasi jalannya tradisi ini. Mereka bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran dan aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi bahaya. Pemerintah daerah juga mengingatkan warga agar mengikuti aturan keselamatan selama perayaan berlangsung.
Tradisi “perang roket” ini menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. Banyak pengunjung datang untuk menyaksikan langsung keunikan budaya tersebut. Mereka mengabadikan momen langit yang penuh cahaya sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.
Namun, beberapa pihak mengkritik tradisi ini karena dinilai berisiko. Mereka menilai bahwa penggunaan roket dalam jumlah besar dapat membahayakan keselamatan dan merusak lingkungan. Meski begitu, warga setempat tetap mempertahankan tradisi ini sebagai bagian penting dari identitas budaya mereka.
Kesimpulannya, tradisi perang roket di Pulau Chios menghadirkan perpaduan antara budaya, keberanian, dan risiko. Masyarakat setempat terus menjaga tradisi ini sambil berupaya meningkatkan aspek keselamatan agar perayaan tetap berjalan dengan aman dan meriah.





