Seorang pemuda di Tuban nekat menganiaya ayahnya sendiri hingga babak belur hanya karena perselisihan terkait uang sebesar Rp 20 ribu. Peristiwa ini terjadi di kediaman korban pada Rabu malam dan langsung menjadi perhatian warga sekitar.
Menurut keterangan saksi, awalnya terjadi cekcok kecil antara ayah dan anak terkait pinjaman uang. Perselisihan yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai justru berujung kekerasan fisik. Korban mengalami luka memar di wajah dan punggung akibat pukulan yang diterimanya.
Polisi segera datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari tetangga. Pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Tuban untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan kasus ini masuk kategori penganiayaan dalam lingkup keluarga.
Dokter yang menangani korban menyebut luka yang dialami cukup serius, namun tidak mengancam nyawa. Sementara itu, pihak keluarga berharap pelaku mendapat pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kapolres Tuban menegaskan bahwa hukum tetap ditegakkan, meskipun kasus ini melibatkan anggota keluarga sendiri. “Kekerasan dalam rumah tangga tidak bisa dibiarkan, apalagi hanya karena masalah nominal uang kecil,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi dalam keluarga. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan perselisihan secara damai agar kejadian tragis seperti ini bisa dicegah.





