Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, aktif menemui sejumlah tokoh penting Indonesia di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Ia mendatangi Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo, hingga Jusuf Kalla dalam rangka memperkuat komunikasi diplomatik.
Boroujerdi memulai langkahnya dengan menemui Jusuf Kalla di Jakarta, lalu melanjutkan pertemuan dengan Megawati di kediamannya. Ia kemudian bertolak ke Solo untuk bertemu langsung dengan Joko Widodo. Rangkaian kunjungan ini menunjukkan upaya aktif Iran membangun komunikasi strategis dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa banyak tokoh Indonesia telah lebih dulu menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas kondisi Iran akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Karena itu, Boroujerdi merasa perlu membalas secara langsung dengan menyampaikan terima kasih sekaligus mempererat hubungan bilateral.
Dalam setiap pertemuan, Boroujerdi juga menyampaikan perkembangan terbaru situasi di Iran. Ia memberikan penjelasan langsung mengenai dampak serangan yang terjadi serta kondisi geopolitik terkini di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, ia memanfaatkan momentum tersebut untuk menggalang dukungan internasional terhadap kampanye antiperang. Ia mendorong tokoh-tokoh Indonesia agar ikut menyuarakan penolakan terhadap konflik dan mendukung perdamaian global.
Pertemuan dengan Megawati juga menghasilkan pesan penting terkait peran dunia internasional. Megawati menegaskan pentingnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah aktif dalam menghentikan konflik dan menjaga kedaulatan negara-negara.
Sementara itu, saat bertemu Jokowi, Boroujerdi tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan. Jokowi menilai hubungan baik dengan Iran dapat memberikan dampak positif bagi kepentingan ekonomi dan geopolitik Indonesia.
Tak berhenti di situ, Boroujerdi juga menemui sejumlah tokoh Islam di Indonesia untuk memperkuat solidaritas umat serta dukungan moral terhadap Iran. Ia menilai peran organisasi dan ulama sangat penting dalam membangun opini publik yang mendukung perdamaian.
Dengan langkah-langkah tersebut, Boroujerdi secara aktif menjalankan diplomasi terbuka. Ia tidak hanya menyampaikan pesan dari negaranya, tetapi juga membangun jejaring dukungan internasional melalui pendekatan langsung kepada tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia.





