Pihak BGN mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan operasional dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo. Keputusan ini muncul setelah pemilik usaha mengaku sebagai cucu seorang menteri, yang kemudian memicu polemik di tengah masyarakat.
BGN langsung melakukan investigasi internal begitu informasi tersebut beredar. Tim pengawas turun ke lapangan untuk memeriksa kelayakan operasional dapur, termasuk standar kebersihan, kualitas makanan, dan kepatuhan terhadap aturan program MBG. Hasil awal menunjukkan adanya indikasi pelanggaran prosedur yang tidak bisa diabaikan.
Pihak BGN menegaskan bahwa program MBG harus berjalan transparan dan bebas dari praktik yang dapat merusak kepercayaan publik. Mereka tidak mentolerir klaim yang memanfaatkan nama pejabat untuk kepentingan pribadi, apalagi jika hal tersebut berpotensi memengaruhi proses seleksi atau pengawasan program.
Sementara itu, pemilik dapur yang menjadi sorotan mengakui telah menyampaikan klaim tersebut, namun menyebutnya sebagai pernyataan yang tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan. Meski begitu, BGN tetap mengambil langkah tegas demi menjaga integritas program serta memastikan semua mitra mematuhi aturan yang berlaku.
Masyarakat Ponorogo turut memberikan perhatian terhadap kasus ini. Banyak pihak mendukung langkah cepat BGN sebagai upaya menjaga kredibilitas program pemerintah, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat.
BGN memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan terhadap seluruh dapur MBG di berbagai daerah. Jika ditemukan pelanggaran serupa, tindakan tegas akan kembali diterapkan tanpa pandang bulu. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas program sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaannya.





