Para ahli astronomi menduga benda bercahaya yang melintas di langit Lampung beberapa hari terakhir merupakan sampah antariksa yang kembali memasuki atmosfer Bumi. Fenomena ini memicu perhatian masyarakat setempat karena cahaya yang tampak terang dan bergerak cepat.
Observatorium Astronomi Nasional menjelaskan bahwa benda tersebut kemungkinan sisa satelit lama atau roket yang telah tidak berfungsi, sehingga terbakar saat memasuki atmosfer. Ahli menekankan bahwa benda ini berbeda dengan meteor biasa karena pola lintasannya lebih stabil dan cenderung lambat.
“Benda yang terlihat melintas kemungkinan besar adalah sampah antariksa yang terbakar saat memasuki atmosfer. Fenomena ini cukup umum terjadi, terutama di wilayah yang dekat lintasan satelit,” ujar salah satu pakar astronomi.
Masyarakat disarankan tetap tenang dan tidak panik saat melihat benda bercahaya di langit malam. Ahli menambahkan bahwa sampah antariksa yang terbakar sebagian besar hancur sebelum mencapai permukaan Bumi, sehingga risiko terhadap keselamatan relatif rendah.
Fenomena benda bercahaya ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah antariksa global. Seiring meningkatnya jumlah satelit dan misi luar angkasa, jumlah puing antariksa yang mengorbit Bumi semakin banyak, menuntut perhatian serius dari komunitas internasional.
Dengan penjelasan ahli, masyarakat Lampung kini memahami bahwa cahaya yang melintas bukan fenomena luar biasa, melainkan bagian dari dinamika sampah antariksa yang wajar terjadi di langit Bumi.





