Banjir merendam 16 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Luapan air sungai dan buruknya drainase membuat genangan meluas hingga ke permukiman warga.
Pemerintah daerah mencatat sebanyak 3.176 keluarga terdampak akibat bencana ini. Ribuan warga terpaksa bertahan di rumah yang tergenang, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu proses evakuasi warga. Mereka juga mendistribusikan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan kebutuhan darurat lainnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum dan lahan pertanian. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar.
Pemerintah setempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Curah hujan yang masih tinggi berisiko memperparah kondisi di sejumlah wilayah terdampak.
Sementara itu, tim gabungan terus berupaya mempercepat penanganan dengan memompa air dan memperbaiki saluran drainase. Mereka juga menyiapkan posko darurat untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi selama masa tanggap bencana.
Banjir yang terjadi di Grobogan ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan dan sistem drainase yang baik guna mencegah bencana serupa di masa mendatang.





