Aktivis konservasi orangutan dunia, Birute Galdikas, meninggal dunia pada usia 80 tahun. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut) menyampaikan penghormatan khusus atas dedikasi Galdikas dalam pelestarian satwa langka, khususnya di Kalimantan Tengah.
Menhut menegaskan bahwa kontribusi Galdikas telah membawa perubahan signifikan bagi konservasi orangutan di Indonesia. “Dedikasinya luar biasa. Beliau tidak hanya menyelamatkan orangutan, tetapi juga mengedukasi masyarakat dan generasi muda tentang pentingnya menjaga alam,” ujarnya.
Galdikas memulai program konservasi orangutan di Kalimantan Tengah sejak 1971. Selama puluhan tahun, ia mendirikan pusat rehabilitasi, melakukan penelitian lapangan, serta membangun jaringan internasional untuk mendukung perlindungan habitat orangutan.
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng juga menyampaikan penghormatan atas kerja keras Galdikas. Mereka menyebut kontribusinya tidak ternilai bagi upaya penyelamatan orangutan dari ancaman perusakan hutan dan perdagangan ilegal satwa.
Masyarakat pecinta lingkungan dan aktivis konservasi di seluruh dunia turut berduka atas wafatnya Galdikas. Banyak yang mengenang semangatnya yang tak kenal lelah dan kegigihannya dalam menjaga satwa langka serta habitatnya.
Warisan Galdikas terus hidup melalui lembaga dan program yang ia dirikan, termasuk pusat rehabilitasi orangutan, penelitian ilmiah, serta kampanye kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian alam. Menteri LHK menegaskan bahwa semangatnya akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.





