Empat pekerja proyek di Jakarta Selatan meninggal dunia setelah menghirup gas beracun dari tangki penampungan air. Insiden ini terjadi saat mereka sedang membersihkan tangki yang digunakan untuk proyek pembangunan gedung.
Petugas pemadam kebakaran dan tim medis segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari rekan kerja korban. Tim berhasil mengevakuasi para pekerja, tetapi keempat korban sudah tidak bernyawa saat tiba di rumah sakit terdekat.
Pihak kepolisian Jakarta Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti gas beracun di dalam tangki. Sementara itu, tim K3 perusahaan proyek juga diperiksa terkait standar keselamatan kerja yang diterapkan.
Penyidik awal menduga gas beracun yang terhirup merupakan akumulasi uap bahan kimia yang tersisa di tangki air akibat proyek pembersihan sebelumnya. Keempat korban tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) yang memadai saat masuk ke dalam tangki.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan masyarakat dan menjadi peringatan keras bagi perusahaan konstruksi untuk memastikan standar keselamatan kerja dipatuhi. Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pekerja proyek agar selalu menggunakan APD dan memeriksa kondisi tangki sebelum melakukan pekerjaan di ruang tertutup.
Pihak keluarga korban telah menerima kompensasi sementara, dan proses investigasi resmi masih berlangsung untuk menegakkan pertanggungjawaban perusahaan. Kejadian tragis ini menyoroti pentingnya protokol keselamatan di sektor konstruksi agar kecelakaan serupa tidak terulang.





